Selasa, 05 Juni 2018

HALAL ATAU HARAM BISNIS EMAS PUBLIC GOLD

Salam Emas!

Hampir semua orang (prospek) yang kami temui mempertanyakan tentang halal dan haram bisnis emas PUBLIC GOLD yang kami presentasikan. Apakah bisnis PUBLIC GOLD sesuai syariah?


PUBLIC GOLD adalah bisnis pribadi yang dimiliki para agen dan dealer PUBLIC GOLD. Dan semua produk baik dalam bentuk fisik maupun akun tabungan (GAP), sudah sesuai dengan aturan syariah. PUBLIC GOLD sudah mendapat sertifikasi patuh syariah dari AMANI.



Public Gold adalah perusahaan jual beli bukan perusahaan investasi. Keberadaan Public Gold sudah diakui sebagai perusahaan jual-beli emas dan perak no.1 di Malaysia. Sistim bisnis Public Gold merupakan yang terbaik saat ini di Asia Tenggara, khususnya di Malaysia.

Jaminan beli kembali (buy back guarantee) dari Public Gold membuktikan keseriusan Public Gold dalam perkembangan bisnisnya.

Jadi, tidak perlu diragukan lagi, kalau Public Gold adalah perusahaan yang nyata keberadaannya (kantor pusat, pabrik/kilang, museum, Public Safe, kantor cabang/branch, produk usaha, dll).

Kalau anda masih ragu silahkan hubungi kami atau anda boleh berkunjung ke kantor pusat kami di Penang Malaysia. Melalui program Golden Tour yang diadakan 2 kali setiap bulannya, diminggu pertama dan ketiga, cukup dengan 2.5 gram emas saja. Cukup murah untuk akomodasi selama 3 hari 2 malam di pulau Penang Malaysia.


Maka jika anda berminat jadi seorang dealer di dalam bisnis "PUBLIC GOLD" Klik di sini > SAYA AKAN MEMBELI EMAS



Jika masih ada yang belum jelas silahkan WA kami di:

+62-857-7000-6650 (PID Ressy Miryanti)

+62-857-2528-5758 (Bachtiar R. Pudya)



Kami juga menyediakan Group Whatsapps untuk anda sebagai Support Group dan follow kami di https://m.facebook.com/publicgoldindonesis



Semoga anda semakin sukses, kaya dan berjaya dalam bisnis di "PUBLIC GOLD"




Tidak ada komentar:

Membangun Aset Untuk Dapatkan Pasive Income

Dalam proses menjalani kehidupan setiap orang memiliki siklus kehidupan financial yang sudah semestinya bakal dihadapi. Bagaikan roda yang s...