Senin, 11 Juni 2018

PUBLIC GOLD BERKILAU EMAS


Salam Emas!

Edukasi tiada henti yang dilakukan para dealer dan member Public Gold mulai membuahkan hasil, dengan semakin banyaknya customer baru di Public Gold Klaten. Motivasi dan dukungan yang diberikan dari bapak Mohd Zulkifli Safie kepada kami, membuat kami terus dan tetap bersemangat untuk selalu mengedukasi kepada masyarakat yang ada di sekitar kami.

Seminar Public Gold di Klaten yang semakin berkilau emas, karena selalu hadirnya wajah-wajah baru. Kehadiran anak-anak muda dI seminar  Public Gold memberikan energi baru, seiring dengan beberapa dari mereka bergabung bersama kami, menjadi bagian keluarga besar Public Gold Klaten.
 



       Kesadaran para generasi muda untuk mulai menabung emas sangat membanggakan kami. Merekalah yang nantinya akan membuat Indonesia menjadi semakin maju menuju Indonesia Emas. Gerakan Menabung Emas, semakin memberikan aksi nyata di masyarakat kota Klaten.

Menabung emas 1 gram 1 bulan yang semula dianggap berat, karena belum tahu ilmunya, menjadi ringan ketika sudah tahu ilmunya. Paham ilmu tentang emas itu sangat penting ketika kita akan memulai menabung emas. Sebab menabung emas bersifat pribadi, jadi hanya kita sendirilah yang tahu seberapa cepat dan seberapa banyak emas yang hendak kita simpan.

Terimakasih bapak Mohd Zulkifli Safie yang selalu membagikan ilmu emas dan semngatnya kepada kami. Kami bersyukur memiliki mentor seperti beliau..

Maka jika anda berminat jadi seorang dealer di dalam bisnis "PUBLIC GOLD" Klik di sini > SAYA AKAN MEMBELI EMAS

Jika masih ada yang belum jelas silahkan WA kami di:
+62-857-7000-6650 (PID Ressy Miryanti)
+62-857-2528-5758 (Bachtiar R. Pudya)

Kami juga menyediakan Group Whatsapps untuk anda sebagai Support Group dan follow kami di https://m.facebook.com/publicgoldindonesis

Semoga anda semakin sukses, kaya dan berjaya dalam bisnis di "PUBLIC GOLD"

Tidak ada komentar:

Membangun Aset Untuk Dapatkan Pasive Income

Dalam proses menjalani kehidupan setiap orang memiliki siklus kehidupan financial yang sudah semestinya bakal dihadapi. Bagaikan roda yang s...