Rabu, 21 November 2018

ANTARA RECEH DAN EMAS


Salam Emas!
Banyak orang yang meremehkan keberadaan uang koin atau yang lebih dikenal dengan recehan. Di Indonesia uang koin (receh) terdiri dari Rp 100.00; Rp 200.00; Rp 500.00 dan Rp 1,000.00. Mereka (uang receh) lebih sering digunakan untuk membayar toilet umum, pengamen jalanan dan pengemis. Di beberapa daerah di Indonesia khususnya di pulau Jawa, uang receh (Rp 500.00) di gunakan untuk kerokan (kerikan), mengobati masuk angin.

Kategori uang receh berbeda-beda, ada beberapa kelompok masyarakat menganggap hanya uang koin saja yang disebut receh. Tetapi ada juga yang mengatakan uang dengan nominal di bawah Rp 10,000.00 di kategorikan uang receh. Yang menjadi acuannya adalah harga BBM (Bahan Bakar Minyak), harga premium (BBM paling murah / masih disubsidi) saat blog ini berkisar Rp 7,000.00. Jadi nominal uang Rp 5,000.00 ke bawah di anggap receh.
Perlakuan yang diterima uang receh dalam keseharian berbeda-beda. Di hari-hari biasa mereka tidak dianggap, bahkan tidak dianggap sebagai uang yang juga punya nilai beli. Tetapi akan berbeda ketika menjelang lebaran (hari Raya Idul Fitri). Banyak sekali orang yang sengaja mencari uang receh, baik untuk kepentingan individu maupun untuk toko-toko swalayan seperti; Indomart, Alfamart, dll. Uang receh digunakan untuk kembalian krtika para customer mereka belanja.
Belajar dari hal-hal kecil, bahwasannya uang receh juga mempunyai nilai beli dan berharga di masa-masa tertentu. Orang cenderung mengabaikan yang kecil dan sederhana di hadapan mereka sendiri. Sebab kebanyakkan orang hanya mau peduli ketika mereka anggap itu sesuatu yang besar dan berharga, tanpa memikirkan proses mencapai yang besar. Sehingga banyak orang yang akhirnya terjebak dengan pola praktis yang mereka anggap benar dan cepat menguntungkan (menjadi besar).

Uang receh yang dianggap tidak berguna, dapat kita tabung dalam tabungan-tabungan sederhana dan cukup di simpan di rumah saja. Penggunaan tabungan dalam bentuk hiasan dengan ornament-ornamen tertentu juga dapat dimanfaatkan. Seperti tabungan berbentuk; harimau, ayam, ikan, kura-kura, dll, yang dibuat dari beragam bahan seperti tanah liat, plastik, kayu dll.

Ada cerita yang cukup menarik ketika anak saya, Bagas (saat itu sudah punya motor Yamaha Vega) menginginkan sepeda motor Suzuki Satria FU, Bagas menabung dengan mengumpulkan uang recehnya. Dalam waktu sekian bulan bagas mampu menabung sekitar Rp 4,000,000.00 pada saat itu, sehingga cukup untuk membayar DP motor yang diinginkannya. 

Berlatih menabung sebaiknya dimulai sedini mungkin, seperti murid-murid PAUD Ananda Ceria Klaten. Membentuk budaya menabung sekaligus melatih motorik halus dan kesabaran menjadi targetnya. Setiap sekolah anak membawa uang recehnya, mereka menabung dengan berbagai gaya. Ketika tabungan mereka sudah penuh, akan mereka bawa pulang ke rumah masing-masing. Terkadang para orang-tua juga bingung dengan tabungan receh anak-anak mereka, sampai ada yang menumpuk hingga 4 kaleng tabungan.


Bunda Ressy (PID Ressy Miryanti), punya ide untuk menukar uang receh mereka dengan emas. Para orang-tuapun jadi lebih semangat untuk menabung uang recehnya. Hampir  setiap bulan ada saja yang tabungannya di bawa pulang. Ketika para orang-tua ditanya; “rata-rata berkisar Rp 500,000.00 – Rp 800,000.00, tergantung uang recehnya”. Cukup lumayan besar juga.
Uang receh tersebut mereka tukarkan dengan 1 gram emas Public Gold. Anak-anak PAUD Ananda Ceria jadi mengenal yang namanya emas Public Gold. Terkadang mereka ketika ditanya, kalau tabungannya sudah penuh buat apa, mereka jawab dengan lucu: “aku mo beli sepeda, tapi kata mamaku yang ini buat beli emas Public Gold dulu”; “iya buat beli tiket pesawat ke tempat kakak Ipin-Upin”, sahut yang lain.
Edukasi menyimpan emas, memang sebaiknya dimulai sedini mungkin. Sehingga kita orang-tua tinggal memupuk tabiat menyimpan emas, demi masa depan mereka sendiri. Setiap anak seperti kertas putih dan polos, tinggal kita para orang-tua yang akan mewarnainya terlebih dahulu. Sebelum di kemudian hari anak-anak tersebut akan mewarnai hidupnya sendiri.
Jadi manfaatkanlah uang receh yang kita miliki, dengan menukarkannya menjadi emas. Ajarilah anak-anak kita untuk selalu menabung, walaupun sekedar uang receh saja. Ketika sudah penuh, ajari mereka untuk simpan emas, dengan kita sendiri (orang-tua) yang menjadi contohnya.
Rata-rata dari PAUD masuk ke TK maupun SD diperlukan waktu 2 tahun – 3 tahun, jadi menyimpan emas menjadi alternatif pilhan yang paling bagus dan aman. Ketika masa anak-anak tersebut masuk sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. Orang-tua tidak perlu kawatir dengan biaya masuk sekolah favorit yang diinginkan. Cukup gadai atau jual emas kita, dan gunakan uang tersebut untuk membayar uang sekolahnya.

Maka jika anda berminat  menyimpan emas,  Klik di sini > SAYA AKAN MULAI  MEMBELI EMAS

Maka jika anda berminat di dalam bisnis "PUBLIC GOLD" Klik di sini > SAYA AKAN MEMBELI EMAS

Jika masih ada yang belum jelas silahkan WA kami di:
+62-857-7000-6650 (PID Ressy Miryanti)
+62-857-2528-5758 (Bachtiar R. Pudya)
Saya juga menyediakan Group Whatsapps untuk anda sebagai Support Group. Semoga anda semakin sukses, kaya dan jaya dalam bisnis di "PUBLIC GOLD"

Tidak ada komentar:

Membangun Aset Untuk Dapatkan Pasive Income

Dalam proses menjalani kehidupan setiap orang memiliki siklus kehidupan financial yang sudah semestinya bakal dihadapi. Bagaikan roda yang s...