Sabtu, 12 September 2020

Tips Penting Sebelum Berinvestasi Agar Terhindar Dari Penipuan

 

Salam Sukses!

Membaca di berbagai media sosial dan melihat berita di TV tentang penipuan berkedok investasi yang terjadi di berbagai kota akhir-akhir ini, membuat hati jadi miris. Kenapa dan bagaimana hal itu bisa terjadi?....

Berbagai kasus penipuan investasi bodong itu terjadi karena tidak ada ilmu dan kurangnya pemahaman masyarakat akan investasi itu sendiri. Sehingga kelemahan tersebut dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu dalam menjalankan aksinya. Dengan berbagai tawaran keuntungan yang tinggi atau besar. Juga iming-iming bonus yang menggoda, jika berhasil mengajak orang lain untuk bergabung (menjadi agen).


Biasanya penipuan investasi bodong hanya bertahan beberapa bulan saja (rata-rata 3 hingga 12 bulan). Para pelaku utama segera kabur melarikan diri jika sudah berhasil mengumpulkan dana masyarakat dalam jumlah tertentu atau setelah 3 hingga 4 bulan. Dan para agen yang menjadi koordinator investasilah yang akan dikejar-kejar para korban, untuk menuntut ganti rugi atau mngembalikan uang mereka.

Langkah Preventif Mengantisipasi Investasi Bodong

Langkah preventif yang pas untuk mengatisipasi penipuan berkedok investasi adalah dengan sosialisasi kepada masyarakat baik dengan tatap muka maupun melalui media sosial. Seminar edukasi secara rutin dan berkesinambungan perlu di kembangkan lebih baik lagi. Yang sering jadi pertanyaan di masyarakat adalah "sebetulnya jenis invetasi apa yang aman dan bagaimankah ciri-ciri investasi bodong?".

Menurut pakar keuangan investasi dianggap wajar, jika keuntungan dibawah 15% pertahunnya. Jika ada penawaran investasi yang menjanjikan keuntungan lebih dari 15% pertahun, sebaiknya berhati-hati jangan terlalu cepat percaya dan langsung menanamkan modal. Teliti terlebih dahulu kredibilitas perusahaan tersebut.

Dan jika ada investasi yang menjanjikan keuntungan lebih dari 20%, sebaiknya segera tinggalkan, sebab kemungkinan besar itu investasi bodong. Secara logika jika perusahaan investasi itu benar, pastilah yang menjadi klien atau nasabahnya adalah orang kaya atau lembaga-lembaga besar seperti; bank, perusahaan leasing, dan lain sebagainya.

Yang perlu dipahami di kalangan masyarakat adalah lakukan investasi jika sudah memiliki keuangan yang aman dan cukup stabil. Sebab berinvestasi membutuhkan dana yang cukup besar, jika tidak berhati-hati bisa membahayakan pos keuangan lainnya. Jadi segera milikilah ars keuangan yang aman dan positif sebelum mulai berinvestasi. Untuk mencapai financial secure, mulailah dengan beberapa tahap, antara lain:

·         Simpanan dana darurat, sebesar 3 hingga 6 kali penghasilan bulanan. Dana ini berguna ketika terjadi musibah atau suatu kejadian mendesak yang tidak bisa di lindungi oleh asuransi, seperti; memperbaiki rumah atau kendaraan yang rusak dan lain sebagainya.

·         Simpanan dana cadangan, sebesar 6 hingga 12 kali penghasilan bulanan. Dana ini berguna ketika tiba-tiba penghasilan rutin kita hilang, seperti; terkena PHK, investasi atau bisnis macet. Sehingga untuk sementara keuangan keluarga atau rumah tangga tidak terganggu dalam kurun waktu 6 hingga 12 bulan, sembari mencari solusi untuk memperbaiki bisnis kita atau mencari pekerjaan lain.

Dan ketika ke dua jenis simpanan tersebut di atas sudah dimiliki, maka sudah saatnya untuk berinvestasi. Beragam investasi  yang ditawarkan, untuk itu haruslah selektif dalam memilihnya. Pilihlah yang tingkat resikonya paling rendah dan aman terlebih dahulu, seperti; emas, deposito, reksadana dan properti (menyewakan atau mengontrakan rumah maupun apartemen).


Emas Pilihan Investasi Terbaik

Dan emas merupakan satu-satunya intrumen keuanganyang paling dianjurkan untuk dijadikan kendaraan investasi. Sebab hanya emas yang mampu bertahan terhadap bahaya inflasi dan deflasi. Maka emas disebut juga asset kekayaan yang anti inflasi. Menurut suatu data statistik, ada korelasi antara inflasi dan harga emas. Jika suatu negara mengalami inflasi berkisar 10% - 20%, maka harga emas akan mengalami kenaikan berkisar 13%.  Jika suatu negara mengalami inflasi berkisar 20% lebih, maka harga emas akan mengalami kenaikan berkisar 30%. Dan jika suatu negara mengalami inflasi hingga 100% dapat di perkirakan harga emas akan melambung hingga 300% lebih.

Menurut beberapa sumber rata-rata inflasi di Indonesia berkisar 5% - 6%, jadi kalau itu terjadi dan emas yang kita simpan di 5 tahun kedepan akan bertambah naik harganya hingga 50% dari harga saat ini. Jadi dapat di simpulkan bahwasannya emas itu harga emas itu cukup stabil bahkan ada kecenderungan naik dalam jangka panjang. Emas bukan untuk simpanan jangka pendek, tapi untuk jangka menengah dan jangka panjang.

Public Gold sebagai perusahaan jual beli emas dan perak terbesar di Asia menawarkan platform baru dalam bertransaksi emas baik secara online maupun offline. Dengan demikian, masyarakat diberikan kemudahan dalam berinvestasi emas baik untus simpanan pribadi, bisnis maupun untuk berivestasi.

Maka jika anda berminat ingin membeli dan menabung emas di "PUBLIC GOLD" Klik di sini > SAYA AKAN MENABUNG EMAS.  Jika masih ada yang belum jelas atau menginginkan informasi lebih lanjut silahkan WA kami di: +6285770006650 (PID Ressy Miryanti) atau +6285725285758 (Bachtiar R. Pudya)  Saya juga menyediakan Group Whatsapps untuk anda sebagai Support Group. Semoga anda semakin sukses, kaya dan jaya dalam bisnis di "PUBLIC GOLD"


Membangun Aset Untuk Dapatkan Pasive Income

Dalam proses menjalani kehidupan setiap orang memiliki siklus kehidupan financial yang sudah semestinya bakal dihadapi. Bagaikan roda yang s...